Ikan Hiu Terseret di Sentani, Menyebabkan Perbedaan Pendapat Antara LIPI dan Balai Arkeologi

Pengamat Balai Arkeologi Papua serta pengamat dari LIPI beda opini masalah adanya ikan hiu kala banjir di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Sabtu, 16 Maret saat lalu.

Ikan hiau yang biasa hidup di laut mendadak muncul serta terbawa banjir di BTN Sosial Sentani. Masyarakat kaget menyaksikan ikan hiau itu dikarenakan lokasin penemuannya jauh dari lautan.

Pengamat senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, hiu-hiu itu datang dari Danau Sentani. Hiu dapat ada di danau yang berair tawar itu lantaran di saat lampau, Danau Sentani adalah sisi laut yang menjorok ke darat.

“Bagian laut samping utara bersebelahan dengan Gunung Dafonsoro, saat ini diketahui dengan Cagar Alam Cycloops. Sisi ini dikaitkan ke laut lewat sungai serta mata air dari Cycloops, ” tuturnya dalam info tercatat, Selasa (19/3) .

Hari memberi tambahan Danau Sentani terpisah dari lautan gara-gara kegiatan gerakan bumi. Pergeseran ini yang membuat air asin di Danau Sentani kelamaan berubah menjadi tawar.

Karena itu, hiu yang terperdaya di Danau Sentani menyesuaikan dengan air danau yang menjadi air tawar.

“Hiu yang disebut ikan air asin lalu menyesuaikan dengan air danau serta air sungai atau sumber mata air tawar yang terjalin dengan Danau Sentani. Dalam perubahannya hiu-hiu ini menjadi ikan hiu air tawar, ” imbuhnya.

Menurut Hari, pengakuannya itu mendapat dukungan oleh bukti-bukti arkeologi, seperti motif-motif ikan hiu di situs Megalitik Tutari serta gambar ikan hiu pada lukisan kulit kayu Suku Sentani yang tinggal di Pulau Asei.

Hari memaparkan ikan hiu Sentani paling akhir diamankan pada tahun 1970-an serta tak pernah nampak mulai sejak hari itu. Hiu pula berubah menjadi simbol club sepakbola Jayapura, Persidafon Dafonsoro.

Ikan Hiu Dikira Peliharaan Masyarakat

Opini berlainan diungkapkan staff pengamat Oseanografi LIPI, Selvia Oktaviyani. Dia menyebutkan ikan hiu yang diketemukan pascabanjir Sentani merupakan peliharaan penduduk. Karena, hiu yang diketemukan masyarakat itu menurut dia bukan style hiu yang umum berada di air tawar.

“Kami (team pengamat LIPI) mengira jika hiu yang diketemukan adalah hiu yang dirawat penduduk. Lantaran memang style ini adalah satu diantaranya style hiu yang biasa digunakan jadi ikan hias di akuarium, ” jelas Selvia, seperti ditulis CNN Indonesia.

Dia menyebutkan hiu yang diketemukan di Sentani, Jayapura, Papua merupakan style Karang Hitam atau Blacktip Reef Shark. Ini diekspos Selvia seusai mengawasi video serta poto yang menyebar di medsos itu.

Selvia lalu tunjukkan ciri ikan Hiu Karang Hitam yang diikuti dengan warna kehitaman di masing-masing ujung sirip hiu itu.

“Sesuai namanya, style itu merupakan hiu yang biasa diketemukan di ekosistem terumbu karang pada kedalaman 20-75 mtr., atau diketemukan di daerah mangrove, bukan di sungai atau danau yang letaknya jauh dari laut, ” susulnya.

Tetapi dia tidak menolak kalaupun ada style hiu air tawar yang disebut Glyphis. Glyphis rata-rata hidup di sungai serta terdiri dalam tiga spesies.

Dia pula menyebutkan kalai hiu dalam video itu tdk berkaotan dengan hiu unik danau Sentani yang dimaksud Pari Gergaji.

Hiu Karang Hitam, adalah pemburu cepat yang menginginkan ikan-ikan kecil, seperti sarden, herring, kerapu, pari, serta bahkan juga ikan hiu yang lebih kecil, seperti diambil dari Shark Rider.

Hiu Karang Hitam dapat dikenali dari ujung-ujung sirip ikan ini yang dikit kehitaman. Hiu jantan raih kedewasaannya pada usia 4 tahun, sesaat betinanya pada usia 7 tahun, Ikan ini bisa hidup sampai 13 tahun, serta kadang-kadang lebih lama.

Hiu ini terdapat di urutan ‘hampir terancam’ dalam Jadwal Merah Spesies yang Terancam Punah oleh IUCN.

Banjir serta longsor tersisa duka mendalam buat masyarakat Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura Papua.

Musibah alam yang berlangsung pada Sabtu, 16 Maret 2019 itu membuat 113 orang wafat, 107 luka berat, 108 luka gampang, serta 94 orang hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s